15 Perpustakaan yang Bikin Betah Baca Seharian
Dari tempat ngumpul hingga tempat belajar, perpustakaan bisa lebih dari sekedar tempat mencari buku. Dengan pemikiran yang seperti ini, telah terpilih 15 perpustakaan inspiratif, termasuk sebuah gereja di Kanada yang beralih fungsi menjadi perpustakaan, perpustakaan pertama di Munyinga, Burundi yang dibangun menggunakan desain partisipatif, dan juga perpustakaan akademik terbesar di Finlandia.
1. Rehabilitation of the National University Library / ANMA (Strasbourg, Perancis)
Perpustakaan Universitas Nasional Strasbourg (BNU) telah mengalami proyek rehabilitasi oleh biro arsitek ANMA. Terletak di sebuah bangunan dari periode kependudukan Jerman (1871), sang arsitek berusaha untuk mempertahankan gaya arsitektur monumental, menekankan molding dan kubah di luar. Sebuah tangga spiral setinggi 27 meter menghubungkan semua lantai perpustakaan dan menciptakan ruang modern di dalamnya.
2. Cultura Bookstore / Studio MK27 - Marcio Kogan + Diana Radomysler + Luciana Antunes + Marcio Tanaka + Mariana Ruzante (São Paulo, Brazil)
Meskipun secara teknis bukan merupakan sebuah perpustakaan, toko buku ini memenangkan Buildng of the Year 2015. Terletak di São Paulo, bangunan ini berfungsi seperti perpustakaan pada umumnya. Agar tidak hanya menjadi tempat membeli buku, sang arsitek berusaha menciptakan ruang bagi orang-orang untuk membaca, berkumpul dan bertemu. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada lantai atas disediakan bangku-bangku selebar 21 meter bagi pengunjung untuk duduk dan membaca. Selain itu, pada area ini juga bisa diadakan konser kecil bahkan kegiatan perkuliahan.
3. Hyundai Card Travel Library / Wonderwall (Seoul, Korea Selatan)
Dibangun khusus bagi para wisatawan, perpustakaan di Korea Selatan ini adalah tempat yang sempurna bagi mereka yang menyukai travelling. Untuk menciptakan suasana travelling, perpustakaan ini memberikan banyak informasi, termasuk rak yang menutupi seluruh dinding dari lantai hingga ke langit-langit.
4. Vila Franca de Xira Municipal Library / Miguel Arruda Arquitectos Associados (Vila Franca de Xira, Portugal)
Dikenal sebagai "Factory of Words," perpustakaan di Portugal ini mendapatkan julukan tersebut dari bangunan sebelumnya yang merupakan sebuah penggilingan padi. Sebuah jendela segitiga besar memotong sampai ke lantai bawah memberikan cahaya alami dan menghubungkan ruang-ruang bangunan.
5. Seashore Library / Vector Architects (Hebei Sheng, China)
Perpustakaan di pinggir pantai ini memberikan suasana pantai yang menakjubkan. Dirancang agar terlihat seperti "batu yang terkikis," setiap ruang di perpustakaan ini menawarkan nuansa laut yang unik, membiarkan cahaya, angin dan suara deru ombak masuk dengan intensitas yang berbeda.
6. 9 ¾ Bookstore + Café / PLASMA NODO (Medellín, Colombia)
Dirancang khusus untuk anak-anak, toko buku dan café di Kolombia ini memiliki ruang untuk membaca, menggambar, beristirahat dan bermain. Ada juga ruang baca pribadi dan meja untuk bertemu dan mengobrol.
7. Story Pod / Atelier Kastelic Buffey (Newmarket, Canada)
Perpustakaan komunitas di Kanada ini pada siang hari dapat terbuka layaknya sebuah buku yang terbuka. Dengan adanya bilah vertikal yang berbeda ukuran, hal ini memungkinkan cahaya untuk masuk melaluinya ketika tertutup dan dapat menampilkan pemandangan sisi buku dengan jelas.
8. LiYuan Library / Li Xiaodong Atelier (Beijing, China)
Menawarkan ketenangan yang jauh dari pusat kota, perpustakaan ini terletak di pegunungan dan menawarkan tempat terpencil untuk duduk dan membaca. Material lokal digunakan untuk mempercantik tampilan bangunan. Tongkat kayu ini meredam cahaya dan menyebarkannya secara merata di seluruh ruang untuk memberikan suasana membaca yang sempurna.
9. Library of Birmingham / Mecanoo (Birmingham, UK)
Terletak di jantung alun-alun terbesar kota Birmingham, perpustakaan ini memiliki delapan rotunda di dalamnya, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dan diakhiri dengan Shakespeare Memorial Room dari tahun 1882. Sebuah kantilever memberikan perlindungan di depan pintu masuk dan juga bertindak sebagai balkon dengan pemandangan alun-alun.
10. Free University's Philology Library / Foster + Partners (Berlin, Germany)
Dirancang untuk para pelajar, perpustakaan yang terdapat pada Free University di Berlin mengkombinasikan struktur beton dengan selubung yang tembus pandang. Cahaya alami mengisi deretan meja baca yang memenuhi setiap lantai, sementara koleksi bibliografi disimpan di inti pusat berlantai empat.
11. Jaime Garcia Terres Library / arquitectura 911sc (Ciudad de Mexico, D.F., Meksiko)
Terletak di dalam sebuah bangunan abad ke-18 di Meksiko, perpustakaan ini hanya menempati ruang seluas 170 meter persegi. Didedikasikan untuk penulis Meksiko bernama Jaime Garcia Terres, perpustakaan ini menyediakan dua buah rak buku panjang yang menggantung di dinding dan menciptakan irama sinkopasi yang mencerminkan pola lantai.
12. Helsinki University Main Library / Anttinen Oiva Architects (Helsinki, Finlandia)
Bangunan ini merupakan perpustakaan akademik terbesar di Finlandia. Perpustakaan ini dirancang untuk berbagai kalangan dan mencakup berbagai fungsi seperti ruang kedap suara untuk kerja kelompok, ruang baca yang memiliki suasana tenang, pusat informasi dan area koleksi. Terdapat bukaan melengkung yang memberikan tampilan berbeda dari luar yang berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya alami ke dalam ruangan, sedangkan susunan batu bata yang melengkung mengintegrasi perpustakaan dengan bangunan sekitar.
13. Library of Muyinga / BC Architects (Muyinga, Burundi)
Terinspirasi oleh desain vernakular dan dibangun menggunakan pendekatan partisipatif, bangunan ini merupakan perpustakaan pertama yang dibangun di Muyinga. Batu bata digunakan untuk menghasilkan cross ventilation dan memberikan pencahayaan pada malam hari. Sebuah ruang baca khusus untuk anak-anak ditutupi oleh sebuah tempat tidur gantung yang berfungsi sebagai mezzanine.
14. Garden library / Mjölk architekti (Zadní Treban, Republik Ceko)
Rangka pendukung bagi perpustakaan di Republik Ceko ini adalah perpustakaan itu sendiri, yang membentuk rak buku dan membentang dari tanah ke observatorium di atas.
15. Monique Corriveau-Library / Dan Hanganu + Côté Leahy Cardas Architects (Quebec, Kanada)
Perpustakaan menakjubkan yang berada di Quebec ini bertempat di sebuah bekas gereja, dengan rak-rak dan ruang baca yang membawa nuansa baru.
Translate by: Rio Hendra
Source: Archdaily


















Comments
Post a Comment