Architecture Section is Here !!!

Kali ini gue mau bikin sebuah section baru yang dimana isinya akan membahas sedikit mengenai kerasnya dunia arsitektur. Entah itu nanti isinya akan membahas mengenai project-project yang menurut gue menarik, bisa juga mengupas tentang kehidupan para starchitect, atau mungkin beberapa isu yang sedikit nyerempet dunia arsitektur. Semua pengen gue tulisin di section ini.

Bukan design gue, ngembat dari gugel


Setelah secara tidak resmi mendapatkan gelar Sarjana Pengangguran, jiwa ini rasanya memberontak pengen buruan nyari gawean. Tapi apa daya jika revisi kagak dikelar-kelarin.

Biarpun gitu, yang namanya orang gabut kan ya gitu-gitu aja idupnya. Siklusnya cuma berputar di tidur > bangun > mobel lejen > makan > mobel lejen > tidur. Gitu-gitu doang kerjaannya. Revisi kagak digarap, rank juga kagak naek-naek.

Saat gue mulai tak tau arah dan tak tau mau jadi apa, datanglah sebuah wangsit yang datangnya entah darimana. Wangsit itu berupa pembukaan UUD 1945. 

Kaget kan lo ...

Gue serius kali ini. Kagak gue lebih-lebihkan hanya untuk mencari secercah gelak tawa. Dan kalo lu masih inget isi pembukaan, bunyinya kayak gini.


Pembukaan UUD 1945

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."

"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :

Ketuhanan Yang Maha Esa, 

Kemanusiaan yang adil dan beradab, 

Persatuan Indonesia,

Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, 

Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." 


Dari teks Pembukaan UUD 1945 ini, ada beberapa hal yang menurut gue dapat dilakuin disaat gabut kayak gini. Tapi kalo untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, kayaknya gue belom sanggup. Terus memajukan kesejahteraan umum juga kayaknya gue sendiri belom sejahtera-sejahtera amat. Kalo ikutan melaksanakan ketertiban dunia, biarlah Ibu Retno Marsudi yang mewakili kita semua.

Setidaknya masih ada bagian mencerdaskan kehidupan bangsa ye kan. Nah, poin ini yang menjadi jalan keluar dari segala kegabutan gue. Sebagai warga negara yang masih dapet surat kelakuan baik, gue akan berusaha sebaik mungkin untuk setidaknya mengamalkan satu poin ini, dimulai dari mereport Tik Tok.

Demi mencerdaskan kehidupan bangsa!

Oleh karena itu, setidaknya sebulan sekali, gue berharap bisa meluangkan waktu buat nulisin artikel-artikel yang ngebahas dunia arsitektur. Itung-itung sekalian buat bantu-bantu lu pada yang masih butuh preseden ato tugas teori arsitektur tapi mager ngetranslate dari Archdaily.

Dan dengan dimulainya Architecture Section ini, setidaknya blog gue akan menjadi sedikit berfaedah. Isinya gak cuma diisi hujatan-hujatan tak berdasar, tetapi ada sedikit usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Akhir kata, nantikan konten Architecture Section yang akan segera dirilis dalam waktu dekat. Ciao !!!


Comments