Review: We Married as A Job! / The Full-Time Wife Escapist / Nigeru wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (2016)

Kali ini gue mau nyoba bikin konten baru yang sebenernya gak baru-baru amat. Untuk yang pertama, gue mau nge-review dorama yang baru-baru aja gue tonton kemaren. Mungkin untuk kedepannya, gue gak cuma nge-review film doang, bisa aja kopi sachetan gue review.

Langsung aja, disini gue punya dorama yang menurut gue pas banget ditonton di umur-umur menuju 25 ke atas. Kenapa pas? Karena setting cerita yang diangkat cocok banget buat lu orang yang mau lulus atau udah lulus kuliah. Apalagi yang udah punya rencana mau kawin, dorama ini bisa jadi referensi lu ke depannya!


We Married as A Job! / The Full Time-Wife Escapist / Nigeruwa Haji da ga Yaku ni Tatsu (2016)


Dorama ini pertama kali gue tau dari channel Waku Waku Japan pas liburan kemaren. Salah satu alesan gue penasaran sama dorama ini gara-gara ada mbak Yui Aragaki yang jadi heroine-nya (re: karakter utama wanita). Pertama kali liat dia tuh pas di dorama My Boss My Hero (2006) dan semenjak itu jadi sempet ngikutin beberapa dorama yang dia mainin kayak Ranma 1/2 (2011) sama Code Blue (2008). Liat aja foto mbaknya dibawah ini. Makin pengen nonton kan?

Nih foto mbaknya!

Genrenya sendiri itu seputar slice of life yang dibalut dengan bumbu komedi romantis sehingga enggak meninggalkan kesan monoton di tiap episodenya. Bisa bikin senyum-senyum sendiri loh pas nonton :)

Plot dasarnya nyeritain tentang perjuangan Mikuri Moriyama (Yui Aragaki) yang merupakan lulusan S2 Psikologi tetapi kesulitan dalam mencari pekerjaan tetap. Didalam kesulitan tersebut, sang ayah berusaha membantu dengan menawarkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga salah seorang kenalannya, Hiramasa Tsuzaki (Gen Hoshino), yang merupakan pegawai IT berumur 30 tahunan dan masih lajang.

Semua berubah ketika sang ayah memutuskan secara tiba-tiba untuk pindah ke daerah pedesaan. Keinginan Mikuri yang tinggi untuk tetap bekerja di daerah perkotaan menimbulkan ide gila. Kawin kontrak. Hal inilah yang menjadi core dari dorama ini.

Bagaimana kehidupan mereka berdua selanjutnya? Apakah Mikuri dan Hiramasa dapat mempertahankan status kawin kontrak mereka? Bisakah mereka berdua menyembunyikan status mereka dari orang-orang sekitar? Untuk lebih taunya, silahkan nonton sendiri aja biar seru. Sinopsisnya udah dulu sampe sini. Gue mau bahas beberapa hal yang menarik biar lu pada makin tertarik buat nonton ini dorama.


Muka tegang mau direview


Poin pertama, dorama ini merupakan drama adaptasi dari shoujo manga yang berjudul sama dan diterbitkan oleh Kodansha tahun 2012. Biasanya untuk serial adaptasi, gue akan melakukan perbandingan antara karya asli dan karya adaptasinya. Tetapi berhubung gue gak berhasil nemuin komiknya, maka untuk sementara bisa di-skip dulu.


Nih cover manganya!


Poin kedua, cerita ini gue akui sangatlah jujur mengenai budaya disana. Isu workaholic dan rendahnya angka perkawinan digambarkan dengan sangat baik sebagai suatu setting yang menarik. Isu ini juga lumayan sering diangkat pada beberapa film maupun manga dan menghasilkan cerita yang berbeda. Gue salut karena mereka dapat menjadikan sebuah hal yang bersifat dilematis menjadi sebuah konsep cerita yang dikemas apik.

Poin ketiga, masih membahas mengenai budaya, digambarkan dalam film ini bahwa sang heroine yang lulusan S2 tampak bahagia menerima pekerjaan walaupun sebagai asisten rumah tangga. Budaya yang tertanam disana membuat mereka menghargai apapun pekerjaan yang dilakukan, yang terkadang dianggap rendah disini. Jadi dengan menonton dorama ini, gue sedikit yakin akan ada kemajuan pada pola pikir kita dalam menyikapi masalah pekerjaan.


Senyumnya kagak nahan boy


Poin keempat, isu lain yang diangkat dalam cerita ini adalah mengenai cinta tidak memandang umur. Disini gue gak akan memberikan banyak penjelasan karena akan memberikan banyak spoiler. Tapi ya namanya jg review, dinikmatin aja.

Poin kelima, penceritaan yang terkadang-kadang menjadi monolog ataupun parodi di dalam pikiran Mikuri menjadi penyegar plot dan sumber tawa. Hal ini mengingatkan pada dorama My Boss My Hero yang juga menggunakan pendekatan cara penyampaian cerita yang hampir mirip. Menurut gue pribadi, ini adalah sebuah poin plus tersendiri karena menghadirkan unsur komedi yang kental dan menciptakan elemen suprise.

Poin keenam, dorama ini wajib ditonton terutama bagi kalian-kalian yang udah lulus kuliah atau bahkan udah berencana kawin. Karena di dorama ini setidaknya memperlihatkan salah satu potret kehidupan berumah tangga, biarpun cuma kawin kontrak. Tp bisalah dijadiin referensi dikit-dikit.

Itu muka kaku amat dah padahal lagi dipeluk gitu


Poin ketujuh, jumlah episode yang hanya terdiri dari 11 episode membuat cerita ini tidak kehilangan alur ditengah-tengah dan tidak terkesan dipanjang-panjangkan. Satu kata yang tepat adalah: PAS. Gak kayak sinetron lokal yang episodenya selalu on-going, yang kalo pemerannya mau cabut dari sinetronnya dibikin mati dulu ato kagak operasi plastik biar digantiin orang lain.

Poin kedelapan, dorama ini memenangkan beberapa penghargaan seperti Best drama pada Tokyo Drama Award 2017, Best Drama pada 91st Television Drama Academy Awards, Best Drama pada 6th Confidence Award Drama Prize, Best Drama pada 20th Nikkan Sports Drama Grand Prix. Selain menjadi best drama, Yui Aragaki juga memenangkan Best Actress di penghargaan yang telah disebutkan diatas.


Tuh kan menang

Poin kesembilan, gue rasa sampe poin kedelapan aja udah cukup. HE HE HE


Mohon maap yak :)


Dari 9 poin review gue diatas, mungkin sifatnya sangat-sangat pro terhadap dorama ini dan hampir tidak ada kontra. Satu hal yang sedikit mengganjal dari dorama ini adalah bagian endingnya yang tak sebagus bagian awalnya. Lepas dari permasalahan tersebut, dorama ini tetap selalu gue rekomendasikan untuk ditonton.

Untuk link streamingnya, bisa diakses pada link di bawah ini. Gue pribadi berterimakasih kepada Line Today karena telah ikut mempromosikan drama Jepang yang kalah pamor dibandingkan drama Korea. Biarpun reviewnya sangat-sangat telat, gue tetep berusaha ngelarin review ini biar lu pada tau kalo dorama ini tuh recommend banget.

Akhir kata, review ini hanyalah penilaian subjektif gue seorang. Apa yang dirasa pada saat menonton dapat berbeda-beda pada tiap individu. Jangan percaya sepenuhnya dengan apa yang gue tulis. Buktikan sendiri dan tuliskan komentar kalian setelah menonton di kolom komentar di bawah ini. Semoga beruntung!


Mau?


Link Streaming We Married as A Job! / The Full-Time Wife Escapist / Nigeru wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (2016)

Episode   4: Terpaksa Berbagi Istri

Comments

  1. Hahaha gue paling setuju sama bagian bikin senyum2 sendiri.

    Tambahan, kelakuan cowonya suka bikin geregetan ihhhh

    Wkwkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts